Terkait Honorer dan Pejabat Non Job, Tokoh Meranti Sampaikan Pernyataan Sikap untuk Bupati Meranti

Mawardi Tombang
Senin, 3 Januari 2022 14:00:41

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU - Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti di Pekanbaru, menyampaikan pernyataan sikap atas kebijakan Bupati Kepulauan Meranti, H M Adil yang dinilai tidak sesuai dengan niat luhur terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti. Bahkan cenderung menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Para tokoh masyarakat asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang berpengaruh di Provinsi Riau ini, merasa keberatan dan prihatin terhadap rencana pemberhentian
tenaga non PNS di lingkungan Pemkab
Kepulauan Meranti. Serta terhadap penugasan dan penempatan
ASN yang tidak sesuai tugas fungsi dan jabatan.

Dalam surat pernyataan sikap itu, s

Setidaknya, ada 16 orang tokoh masyarakat Kepulauan Meranti dari berbagai disiplin ilmu membubuh tanda tangan dalam sebuah pernyataan sikap. Pernyataan sikap yang tertanggal 28 Desember 2021 itu akan dikirim kepada Bupati Kepulauan Meranti di Selatpanjang, dengan tembusan ke Menteri Dalam Negeri Cq. Dirjen Otonomi Daerah di Jakarta, Gubernur Riau di Pekanbaru, Pimpinan DPRD Provinsi Riau di Pekanbaru, Pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti di Selatpanjang, Forkompinda Kabupaten Kepulauan Meranti di Selatpanjang.

Baca: Tingginya Kredit Macet di BPR Sarimadu, Ahmad Yuzar: Butuh Ketegasan

Salah seorang tokoh masyarakat Kepulauan Meranti yang ikut memberi tanda tangan itu, Wan Abu Bakar, mengatakan, pihaknya sangat berkepentingan dan senantiasa
mendorong agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat menciptakan kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan cita-cita dan amanah pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Berharap pula, seyogyanya bupati selaku kepala daerah bersama DPRD dapat bersinergi dalam seluruh gerak
langkah dalam mencapai cita-cita luhur tersebut," harap mantan gubernur Riau itu.

Dari pengamatan dan mencermati perkembangan Kabupaten Kepulauan Meranti pada saat ini, jelas Wan Abu Bakar, para tokoh masyarakat Kepulauan Meranti di Pekanbaru menilai ada beberapa kebijakan bupati yang tidak tepat bahkan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kebijakan yang dikeluarkan Bupati Meranti itu juga tidak sesuai dengan norma dan kaidah tata laksana pemerintahan yang baik dan harapan masyarakat," tambah Wan Abu Bakar lagi.

Baca: Miniatur Jembatan Bengkalis-Pakning jadi Simbol 7 Likur Lampu Colok oleh Dinas PUPR Bengkalis

Adapun pernyataan sikap tokoh masyarakat Kepulauan Meranti tersebut adalah:

1. Bahwa terhadap kebijakan Bupati Kepulauan Meranti untuk tidak memperpanjang kontrak kerja Tenaga Non PNS di lingkungan Satuan Kerja melalui Surat Nomor:
800/BKD-SEKRE/XII/1/267 tanggal 27 Desember 2021 perihal Laporan Terhadap Tenaga Non PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami nilai tidak tepat karena dikhawatirkan akan menimbulkan masalah sosial dan
membuat keresahan yang luas di tengah situasi perekonomian yang sulit saat ini. Sehingga kami mendesak untuk dapat ditinjau kembali secara matang dan seksama
serta mengedepankan hati nurani.

2. Bahwa penugasan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di Non Job-kan untuk menjaga persimpangan jalan adalah suatu keputusan yang tidak pada
tempatnya, karena tidak sesuai aturan mengenai Analisa Jabatan untuk
masing-masing ASN karena melanggar aturan yang berlaku.

3. Bahwa terhadap penempatan ASN dalam menjalankan TUPOKSI nya agar disesuaikan dengan golongan, pangkat dan jabatan serta Analisis Jabatan masing-masing ASN tidak berdasarkan kepentingan demi terwujudnya sistem dan pelayanan Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti yang lebih baik dan profesional.

Baca: Disela Berbuka Puasa Bersama, MPE Pemuda Pancasila Riau Santuni 500 Anak Panti Asuhan

4. Selain hal-hal diatas itu kami mendesak Bupati untuk mempertahankan pindah Trase terhadap ruas jalan Mengkikip ke Selatpanjang yang telah ditetapkan oleh Gubernur Riau sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan dan membuka isolasi daerah.
Keberatan dan keprihatinan yang kami sampaikan semata-mata sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, agar dapat menjadi perhatian
kita semua. Karenanya kami mengharapkan goodwill dari Bupati bersama DPRD untuk menyikapi permasalahan tersebut secara cermat dan seksama dengan mengedepankan
musyawarah serta mufakat demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.

Hal itu juga ditegaskan oleh Ketua Persatuan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti Pekanbaru (Permaskab Meranti) Nazaruddin yang menyebutkan, tak ada niat lain dari tokoh masyarakat membuat surat pernyataan tersebut, selain untuk kepentingan bersama dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Pernyataan sikap ini adalah bentuk kepedulian tokoh masyarakat Kepulauan Meranti terhadap kampung halaman dalam upaya menjalin kebersamaan untuk memajukan daerah sesuai dengan niat awal dari keinginan terbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti. Tidak ada niat tendensius terhadap seseorang ataupun mendiskriditkan seseorang, semuanya berjalan spontan karena kepedulian terhadap kampung halaman," terang Nazarudin kepada media.(Bom)

Terkait
Momen Lebaran, IPKR Bakal Gelar 'Baolek Godang' Masyarakat Kampar Riau di Pekanbaru
Momen Lebaran, IPKR Bakal Gelar 'Baolek Godang' Masyarakat Kampar Riau di Pekanbaru
Gabungan Wartawan Rohil Pertanyakan Penggunaan Dana PI
KPU RI Lantik Lima Komisioner KPU Kampar
Bupati Rohil Ucapkan Terimakasih Kepada PT. Mass 2 Bagi
Lainnya
Pelayanan UPTD  Samsat Tambusai Dinilai Buruk, Masyarakat Kecewa: Mau Bayar Kok Sulit
Pelayanan UPTD  Samsat Tambusai Dinilai Buruk, Masyarakat Kecewa: Mau Bayar Kok Sulit
Usai Launching Kegiatan Semenisasi, OMS dan Warga Senap
Kurban" Telur, Cara Unik Melatih Siswa Berkurban
Harimau Sumatera Dilaporkan Masuk ke Permukiman Warga S
Hukum
Oknum Anggota Ditangkap, KAMMI Palas Minta Kapolres Padang Lawas Bersih-Bersih Sampah Internal
Oknum Anggota Ditangkap, KAMMI Palas Minta Kapolres Padang Lawas Bersih-Bersih Sampah Internal
Stafsus Menkumham Kunjungi Lapas Kelas II A Bagansiapia
Buntut Kasus Sambo, Hendra Kurniawan Divonis 3 Tahun Pe
Pendidikan
Pj. Gubernur Riau Segera Serahkan SK PPPK, FGPPNS Ucapkan Terima Kasih
Pj. Gubernur Riau Segera Serahkan SK PPPK, FGPPNS Ucapkan Terima Kasih
Ratusan Masyarakat Ikuti Gerak Jalan Sehat Peringati HU
Dari Baitul Arqom Purna Studi UMRI, Rektor Berharap Alu
Ottech
Wali Kota Batam Sambut Menkominfo Tinjau Proyek Pembangunan Data Center
Wali Kota Batam Sambut Menkominfo Tinjau Proyek Pembangunan Data Center
Awas.. Ada Judi Berbungkus Game Anak-Anak di iOS
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Meng
Global
Perkuat Penempatan Kerja PMI, Kepala BP2MI Temui HRD Korea
Perkuat Penempatan Kerja PMI, Kepala BP2MI Temui HRD Korea
Kunker ke Taiwan, Kepala BP2MI Bertemu 8 Pekerja Migran
Sosek Malindo Kembali Diaktifkan, Kedua Negara Berkomit
Ekonomi
PLUT UMKM Provinsi Riau Adakan Pelatihan Pemanfaatan Lidi Sawit di Kampar
PLUT UMKM Provinsi Riau Adakan Pelatihan Pemanfaatan Lidi Sawit di Kampar
BUMN Kerjasama dengan Koperasi Asal Kampar, Beri Modal
Kendaraan Listrik NETA V Hadir di BCA Expoversary 2024,
Nasional
Hampir 8 Jam Mati Lampu di Sebagian Sumatera, PLN Ungkap Penyebabnya
Hampir 8 Jam Mati Lampu di Sebagian Sumatera, PLN Ungkap Penyebabnya
Sambil Makan Siang, Syahrul Aidi Sampaikan Sejumlah Asp
Wakil Bendahara Bappilu Hanura Meninggal, OSO: Kami San
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya