Syahrul Aidi Dampingi Wakil Ketua MPR RI, Sosialisasi Empat Pilar di Pekanbaru

Mawardi Tombang
Rabu, 28 Agustus 2024 11:00:59

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Wakil Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nurwahid berkeliling Indonesia menggelar sosialisasi empat pilar bernegara. Kali ini beliau menggelarnya di Kota Pekanbaru. Empat pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (27/8/2024) di Hotel Royal Asnof Pekanbaru. Terlihat Dr. Hidayat Nurwahid didampingi oleh anggota DPR RI Dapil Riau, Dr. Syahrul Aidi Maazat. Turut hadir Ketua DPRD Pekanbaru Sabarudi, Ketua DPRD Bengkalis Khairul Umam, Ketua DPW PKS Riau beserta pengurus, Paslon Suwai Syamsuar-Mawardi Saleh, Calon Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar, ketua dan pengurus DPW PKS Bengkalis, tokoh masyarakat dan alim ulama se-Kota Pekanbaru.

Tema sosialisasi adalah 'Memperkokoh Kerukunan dan Kesatuan di Masyarakat'. Hal ini mengingat saat ini Indonesia menghadapi Pilkada Serentak.

Dr. Hidayay Nurwahid didampingi oleh Dr. Syahrul Aidi Maazat sebagai pembicara. Dimoderatori oleh alumni Lemhannas Tahidin

Baca: Menteri LH dan Kapolda Riau Dorong Keadilan Ekologis di Pekan Rakyat Lingkungan Hidup

Dr. Syahrul Aidi di awal penjelasannya menjelaskan saat ini dia juga menjabat anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) dan Parlemen Dunia. Sering bertemu dengan banyak anggota parlemen dari negara-negara lain.

"Dari pertemuan ini, para anggota parlemen negara lain menyatakan kekagumannya atas Indonesia. Mereka menyebut ternyata Indonesia adalah negara yang luar biasa. Bisa menyatu dengan segala perbedaan bahasa, wilayah, agama, suku, dan lainnya. Sangat berbeda dengan kawasan mereka yang terkadang satu bahasa, suku bahkan agama dan tidak berpulau-pulau." terang Syahrul Aidi.

Untuk itu, kata Syahrul Aidi, dia meminta agar pemerintah dan rakyat Indonesia patut menjadikan ini sebagai kelebihan untuk menjadikan Indonesia sebagai lebih maju ke depannya.

"Kalau kita yang beragam ini bisa bersatu, maka kita patut bersyukur dan harus berterimakasih kepada pendiri negara yang telah meletakkan pondasi yang kuat." kata Syahrul Aidi.

Baca: Bupati Kampar Ajak Koperasi Bertransformasi pada Peringatan Harkopnas ke-79 Tahun 2026

Dia juga menyinggung kelebihan Indonesia yang meletakkan kesamaan dalam bernegara yang termaktub dalam pembukaan UUD NKRI.

"Maka kita harus kembali ke empat pilar. Meski pun ada riak, namun kalau bandingkan negara lain, maka Indonesia sudah bersatu. Bhinneka bukan berarti pecah belah." tutupnya.

Dr. Hidayat Nurwahid sebagai pembicara utama mengingat sejarah besarnya peran Raja Siak Sultan Syarif Kasim II di masa kemerdekaan. SSK II menyerahkan kekuasaan dan uang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia sebesar 13 juta gulden untuk membangun NKRI.

Dia juga menyinggung dengan istilah jangan lupakan sejarah atau dengan singkatan "Jas Merah Yes. " Kalau ada Jas Merah, maka jangan lupa dengan Jas Hijau Yes. Apa itu Jas Hijau? Yaitu 'Jangan Hilangkan Jasa Ulama dan Umat'. Sangat besar peran ulama dan ummat atas keberadaan NKRI ini" kata Hidayat Nurwahid.

Baca: Hadiri HUT ke-26 APKASI, Bupati Kampar Perkuat Kolaborasi dan Peluang Kerja Sama Antar Daerah

Dia mengingatkan peran M Natsir, sebagai tokoh ulama Partai Masyumi (saat itu) yang menawarkan Mosi Integral di hadapan Parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS). Pada sidang tanggal 3 April 1950 di parlemen RIS. Dia menawarkan Mosi Integral agar negara ini menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ide ini disambut baik oleh Wapres Bunga Hatta dan anggota parlemen, sehingga pada 17 Agustus 1950 Indonesia kembali jadi NKRI. Ini jadi tonggak dasar mengokohkan keberadaan NKRI hingga saat ini" Tegas Hidayat Nurwahid.

Dia juga menyinggung peran MPR menjaga UUD 1945. Dimana pasca reformasi begitu banyak UU yang diubah. Yang tak boleh adalah bentuk negara NKRI dan pembukaan UUD 1945.

"Dua hal ini jadi panduan bagaimana Indonesia di hadapan dunia internasional. Kita juga perlu ingat keikhlasan muslim untuk mengubah 7 kata dalam Piagam Jakarta agar kebhinekaan tetap terjaga." urai ulama terkemuka ini.

Terkait
Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Bengkalis Tegaskan Larangan Pungli saat PPDB
Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Bengkalis Tegaskan Larangan Pungli saat PPDB
Masyarakat Pagaran Tapah Adukan PTPN IV ke DPR RI, Adam
Sektor Perkebunan Berikan Kontribusi dalam Pembangunan,
Anggota DPRD Riau Abdul Kasim Minta Balai Jalan Nasiona
Lainnya
KAGAMA Riau Resmi Dilantik, Siap Perkuat Jejaring Alumni dan Jadi Mitra Strategis Pembangunan
KAGAMA Riau Resmi Dilantik, Siap Perkuat Jejaring Alumni dan Jadi Mitra Strategis Pembangunan
Vaksinasi Massal Akan Dijadwalkan Kamis di Kampus UIN S
Dandim 0313/KPR Kampar Jadi Narasumber Pada Diskusi Dan
Pelajar Aceh Singkil Rekam Buaya Putih Berjemur di Ping
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban