Pemprov Sumsel Bentuk Satgassus Penanggulangan Kemiskinan
KANALSUMATERA.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, angka kemiskinan mencapai 12 persen atau sekitar satu juta jiwa penduduk. Melihat hal itu, kemiskinan di Sumsel masih cukup memprihatinkan.
Oleh sebab itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru membentuk satgas khusus untuk menanggulangi kemiskinan. "Satgas ini untuk percepatan dalam menanggulangi kemiskinan di Sumsel," jelas Herman, Minggu (20/1).
Dia menambahkan, satgas itu akan mencari tahu apa saja yang menjadi kesalahan dan kekurangan, sehingga dana yang dikucurkan pun tepat sasaran. Selain itu, dengan mengetahui kesalahan dan kekurangan, maka dapat diperbaiki dengan baik.
"Kami targetkan setiap tahunnya itu kemiskinan berkurang satu persen," ujarnya
Dana yang akan dikucurkan dalam mengentaskan kemiskinan di Sumsel mencapai Rp 779 miliar. Dana itu diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Salah satu program untuk mengentaskan kemiskinan yaitu perbaikan infrastruktur. Selain itu, program lainnya adalah membuka kesempatan bagi daerah untuk mengelola potensi yang ada seperti pertanian dan pariwisata.
"Kami harap dengan upaya ini mampu menurunkan angka kemiskinan bahkan lebih kecil dibandingkan angka nasional," tutupnya.
Seperti diketahui, berdasarkan data BPS, tiga daerah yang masuk kategori merah atau kantong kemiskinan paling tinggi di Sumsel yaitu, Ogan Komering Ilir (OKI), Lahat, dan Musi Banyuasin (Muba). Sedangkan, yang sudah berada dalam kondisi biru atau baik, yaitu OKU, OKU Selatan, Empat Lawang, Lubuk Linggau, Prabumulih dan Pagaralam
