Nelayan Di Sumbar Tak Mau Terima Bantuan Alat Tangkap

Mawardi Tombang
Kamis, 15 Agustus 2019 09:25:17
Kepala Dinas DKP Sumbar Yosmeri. (ANTARA SUMBAR/ Miko Elfisha)

Padang (ANTARA),KANALSUMATERA.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat terpaksa membatalkan proyek bantuan pengadaan alat tangkap untuk nelayan Pesisir Selatan sebesar RP2,5 miliar karena tidak ada yang bersedia menerima.

"Bantuannya berupa alat untuk mengganti alat tangkap lamparan dasar yang terlarang. Namun nelayan minta bantuan itu berupa uang tunai yang tidak mungkin dipenuhi," kata Kepala Dinas DKP Sumbar Yosmeri di Padang, Rabu.

Menurutnya bantuan tersebut rencananya diberikan untuk 113 nelayan di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan. Anggarannya dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Pesisir Selatan.

"Provinsi Rp2,5 miliar dan kabupaten Rp2,4 miliar. Namun batal," katanya.
Anggaran yang sedianya digunakan untuk pengadaan bantuan alat tangkap itu dialihkan untuk program lain dalam APBD Perubahan 2019.

Tanpa bantuan itu, sebagian nelayan di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan diyakini tetap menggunakan alat tangkap lamparan dasar yang tidak dibenarkan secara aturan karena bisa merusak ekosistem laut.

Sebelumnya pemerintah daerah masih memberikan kesempatan bagi nelayan untuk bisa mengganti alat tangkap secara bertahap. Namun ke depan, tidak akan ada lagi dispensasi yang diberikan.

"Kita akan cek ke lapangan bersama tim terpadu. Kalau memang terbukti masih menggunakan lamparan dasar, kita akan tindak tegas," kata Yosmeri.
Tim terpadu yang akan diturunkan itu gabungan dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Lainnya
Desa Wisata Tanjung Belit Masuk 50 Besar ADWI 2024, Pokdarwisnya Berharap Infrastruktur Diperhatikan
Desa Wisata Tanjung Belit Masuk 50 Besar ADWI 2024, Pokdarwisnya Berharap Infrastruktur Diperhatikan
Evaluasi Jabatan Dilingkungan Pemko Pekanbaru Kembali D
Ini Objek Wisata Unggulan PariamaYang Akan Dipromosikan
Bawa Sabu-sabu, Oknum Guru di Stabat Diamankan Polisi
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha