Konflik Lahan, Polda Jambi Sebut SMB Kelompok Kriminal

Amar
Selasa, 23 Juli 2019 11:29:20
Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS bersama Gubernur Jambi Fachrori Umar dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan saat memberikan keterangan pers

Jambi, KANALSUMATERA.com - Polda Jambi menyatakan Serikat Mandiri Batanghari (SMB) bukanlah kelompok tani, melainkan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kelompok tersebut disebut polisi telah melakukan tindak pidana pengadangan, perusakan, pencurian, dan penganiayaan tim Satgas Karhutla yang sedang bertugas memadamkan kebakaran hutan di Kabupaten Batanghari, Jambi, 13 Juli 2019.

Direktur Kriminal Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Komisaris Besar M Edi Faryadi menyatakan penyebutan SMB bukan kelompok tani karena dalam proses penyidikan, penggeledahan, dan pemeriksaan tidak ditemukan alat pertanian dan bibit tanaman apa pun dari basecamp SMB yang ada di Kabupaten Batanghari.

"Yang kami temukan di lokasi perkampungan SMB di sana adalah puluhan senjata api rakitan, senjata tajam berbagai jenis serta bambu runcing yang ada di sana. Dan, tim tidak menemukan cangkul atau pun bibit tanaman di perkampungan itu, sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka adalah KKB atau kelompok kriminal bersenjata yang melakukan kejahatan selama satu tahun lebih di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi," kata Edi Faryadi, Senin (22/7) seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan polisi telah cukup bukti untuk menyatakan SMB tersebut adalah KKB karena aksinya sudah meresahkan warga sekitar, dan sudah melanggar tindak pidana pasal berlapis.

Keberadaan SMB ini mengemuka setelah kekerasan yang dilakukan anggota kelompok tersebut terhadap petugas TNI dan Polri pada 13 Juli lalu.

Peristiwa penyerangan itu bermula dari kebakaran hutan seluas 10 hektare di dua lokasi pada Jumat (12/7). Pemadaman pun dilakukan untuk antisipasi kebakaran meluas.

Keesokan harinya puluhan orang yang diduga dari SMB memasuki kawasan PT WKS Distrik VIII. Anggota satgas dari TNI dan Polri yang bertugas pun mencegah langkah mereka karena ditakutkan akan melakukan pembakaran hutan lagi. Pencegahan itu berujung pada penyerangan.

Dalam kasus ini Polda Jambi terakhir telah menetapkan total 59 orang tersangka.

Tahap pertama polisi menetapkan 41 tersangka termasuk di dalamnya pimpinan SMB, Muslim, beserta istrinya, Deli Fitri. Lalu pada tahap kedua ada lagi 18 orang yang ditetapkan tersangka karena aksi mereka telah melakukan penyerangan terhadap tim patroli yang terjadi di PT WKS Distrik VIII.

Dari 18 tersangka baru itu ada dua warga Suku Anak Dalam (SAD) yakni Untung dan Yandang yang menjadi korban dari janji manis Muslim akan memberikan lahan jika para SAD mau bergabung dengan Kelompok SMB.

Kombes Edi Faryadi mengatakan, tersangka Muslim pimpinan KKB SMB itu dengan sengaja manggunakan warga SAD untuk bertahan dari penangkapan polisi selama ini dan memudahkan aksinya untuk menjarah lahan yang ada.

"Dia sengaja memprovokasi Suku Anak Dalam agar memusuhi warga dan aparat kepolisian serta TNI, untuk menanamkan doktrin jika warga sekitar dan polisi itu orang jahat, dan dia datang sebagai penolong," kata Edi.

Ia menerangkan hasil pemeriksaan terhadap tersangak terungkap fakta bahwa Muslim dan istrinya diagungkan oleh anggota SMB dan SAD.

"Muslim dipanggil Yang Mulia dan istrinya Bunda Ratu," kata Edi Faryadi.

Dia menyatakan kelompok SMB sangat berbahaya jika terus dibiarkan berkeliaran, sehingga pihaknya akan menyelesaikan permasalahan tersebut sampai kelompok dari Muslim dibubarkan.

Muslim diketahui sebagai penggerak dari kelompok SMB, sedangkan peran istrinya berkerja untuk mengumpulkan dana jika akan ada penyerangan.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak manapun terkait tudingan polisi ini. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi pihak SMB untuk mengklarifikasi pernyataan polisi tersebut.ks

Lainnya
Bupati Kasmarni Rotasi Para Pejabat di Lingkungan Pemkab Bengkalis, Berikut Nama-Namanya
Bupati Kasmarni Rotasi Para Pejabat di Lingkungan Pemkab Bengkalis, Berikut Nama-Namanya
DPD RI bantu perantau Minang korban Wamena Rp850 juta
Lama Ditunggu, Single Salary ASN Pemko Pekanbaru Cair P
Tiga Tahun Berturut Juara 1 Lomba K3, Kelurahan Tangker
Pariwara
Benahi Sistem Retribusi Sampah, Pemko Pekanbaru Perkuat Layanan Persampahan
Benahi Sistem Retribusi Sampah, Pemko Pekanbaru Perkuat Layanan Persampahan
DLHK Pekanbaru Siap Gerak, SK Satgas Gakkum Sampah tela
Pekanbaru Kota Terbaik Dalam Capaian IETPD, Walikota Aj
Global
GKSB DPR RI Kutuk Serangan Israel ke Aqsha, Sebut Negara Barat Jangan Standar Ganda
GKSB DPR RI Kutuk Serangan Israel ke Aqsha, Sebut Negara Barat Jangan Standar Ganda
Usai Mundur, Raja Malaysia Kembali Menunjuk Muhyiddin Y
Usai Rebut Ibukota, Taliban Segera Umumkan Negara Islam
Daerah
Taja Bimbingan Teknis Pemkab Siak Tingkatkan Kompetensi Para Penilai PBB
Taja Bimbingan Teknis Pemkab Siak Tingkatkan Kompetensi Para Penilai PBB
Penurunan Stunting dan Ketahanan Pangan di Siak, Wabub
Tahun Ini Target Pajak Bapenda Pekanbaru Sebesar Rp792
Olahraga
Atlet NPCI Asal Riau Sumbang Medali Emas di ASEAN Para Games di Solo
Atlet NPCI Asal Riau Sumbang Medali Emas di ASEAN Para Games di Solo
Pimpin Percasi Pekanbaru, Yasir: Kita Akan Boyong Banya
Dua Atlit Cilik Riau Raih Medali di Kejurnas Catur, Mas
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Ottech
Wali Kota Batam Sambut Menkominfo Tinjau Proyek Pembangunan Data Center
Wali Kota Batam Sambut Menkominfo Tinjau Proyek Pembangunan Data Center
Awas.. Ada Judi Berbungkus Game Anak-Anak di iOS
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Meng
Politik
Anggota PPS Pemilu 2024 Se-Riau Dilantik Serentak, KPU Riau Minta Bekerja Secara Profesional
Anggota PPS Pemilu 2024 Se-Riau Dilantik Serentak, KPU Riau Minta Bekerja Secara Profesional
Anggota PPS Pemilu 2024 Resmi Dilantik, Begini Harapan
Riau Tuan Rumah Rakornis Pemenangan Pemilu Golkar Wilay