Hujan Es Turun di Pidie Aceh
KANALSUMATERA.com – Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blangbintang, Aceh, Zakaria Ahmad, di Aceh Besar menanggapi terkait hujan es disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie kemarin, Selasa (5/3). Menurutnya, kejadian tersebut bukanlah hal mistis ataupun fenomena langka, namun kejadian biasa dan sering terjadi.
“Jadi, kalau menurut BMKG hujan es itu hal yang sering terjadi dan bukan fenomena langka,” kata Zakaria saat dikonfirmasi AJNN.
Sambung Zakaria, ada beberapa sebab terjadinya hujan es tersebut, yakni permukaan awan yang sangat dekat dengan bumi, serta di bawah awan terdapat suhu yang sangat dingin, sehingga ketika es tersebut jatuh ke bumi tidak sempat mencair karena jarak awannya yang terlalu dekat.
“Terjadinya hujan es ini, biasanya jika ada awan cumulonimbus (Cb) yakni sebuah awan vertikal menjulang (keluarga D2) yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya," katanya
Dia menjelaskan, awal terjadinya umulonimbus, pertama awan itu menjulang tinggi yang seperti bunga kol, dari awan tersebut berubah menjadi awan Cumulonimbus yang berwarna abu-abu atau hitam, udara di sekitar juga terasa lebih dingin, serta mempercepat butir es tersebut jatuh ke bumi,” jelas Zakaria.
Dalam hal ini, Zakaria mengimbau kepada seluruh masyarakat, supaya tidak perlu khawatir akan terjadinya hujan es tersebut. akan tetapi jika ada awan cumulonimbus segera berlindung di bawah bangunan yang kokoh, karena awan itu bisa menyebabkan petir, angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang.
“Dan untuk Aceh saat ini lagi memasuki musim pancaroba, dan untuk tiga hari ke depan diperkirakan untuk sejumlah daerah, seperti, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Singkil akan terjadi angin kencang, oleh karenanya masyarakat kami imbau waspada,” ungkap Zakaria.ajn.ks
