Harga Cabai Merah di Kabanjahe Meroket, Pedagang Keluhkan Pembeli Menurun

Mawardi Tombang
Selasa, 13 Agustus 2019 13:57:22
Seorang pedagang cabai di Pasar Kabanjahe Melianna bru Ginting, menyusun dagangannya di lapak jualannya, di Jalan Masjid, Kabanjahe

MEDAN Kanalsumatra.com - Sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Kabanjahe, mengeluhkan naiknya harga cabai merah di pasaran.
Pedagang cabai Melianna bru Ginting, mengaku peningkatan harga cabai mulai terjadi sekitar tiga bulan terakhir.
Melianna mengaku, kenaikan harga cabai di pasaran meningkat sekitar 50 persen. Dirinya menyebutkan, jika sebelumnya harga cabai di pasaran berkisar 40 ribu hingga 50 ribu rupiah. Namun, sekarang harga cabai sudah di angka 70 ribu rupiah.

"Sudah adalah tiga bulan ini naik harganya. Kalau naik gini harganya jualan pun sepi," ujar Melianna, saat ditemui di lapak dagangannya di Jalan Masjid, Kabanjahe, Senin
Dirinya mengaku, dengan naiknya harga salah satu bumbu dapur itu sangat dikeluhkan oleh masyarakat yang ingin membeli. Ia menyebutkan, hal tersebut juga berdampak kepada turunnya jumlah pembeli.

"Kalau pembeli ya mengeluhlah. Biasanya kalau pembeli yang rumahan itu paling sedikit belanja satu kilogram, tapi karena harga naik belinya paling banyak satu ons. Kalau kelas rumah makan, biasanya tiga sampai lima kilogram, tapi sekarang agak turun," ungkapnya.
Melianna mengatakan, dengan kondisi ini para pedagang juga turut merasakan imbasnya. Pasalnya, jika semakin lama cabai terjual maka kualitasnya akan semakin menurun sehingga sudah tidak segar lagi, bahkan tidak sedikit yang rusak dan busuk.

Karena itu, mereka terpaksa menjual cabai yang kondisnya sudah tidak segar lagi dengan harga di bawah harga modal untuk membelinya.
"Kami belinya sudah Rp60 ribu dari pengepul. Kalau yang cantik ini sudah Rp70 ribu per kilogram, kalau yang beli banyak biasa itu yang cabainya sudah sedikit rusak. Itu bisa kami jual 50 ribu. Sudah enggak ada untung, karena cabainya paling lama bertahan selama tiga hari," ucapnya.
"Kalau harga normal, belanja 20 kilo biasanya habis bisa satu hari, sekarang 10 kilo menghabiskannya selama dua hingga tiga hari," tambah wanita berbaju merah muda itu.

Pedagang lainnya Resna bru Peranginangin, turut merasakan kondisi yang sama dengan Melianna. Resna mengaku, dengan harga yang tidak stabil tersebut tentunya menghambat proses perdagangan di pasar.
"Terlalu mahal harga, pembeli pastinya agak mikir belinya. Tapi kalau harga terlalu murah juga pedagang susah dapat untung. Seperti tomat ini, biasanya tujuh ribu sampai Rp10 ribu, sekarang harga empat ribu rupiah juga masih ditawar sama orang," pungkasnya.

Lainnya
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027 Wujudkan Perencanaan Kampar yang Terukur
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027 Wujudkan Perencanaan Kampar yang Terukur
Forum Pekanbaru Kota Bertuah dan Jagok Foundation Gelar
Pj. Bupati Kampar Jenguk Korban Hanyut Desa Tanjung Bun
Ketua DPRD Khairul Umam Terima Kunjungan Samsat Bengkal
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Ekonomi
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Perbankan dan UMKM untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Perbankan dan UMKM untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan
Ketua Dekranasda Kampar Hadiri Puncak HUT Ke-46 Dekrana
11 Kesepakatan Strategis Riau–Jatim Diteken, Perkuat
Politik
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt